By | February 26, 2020

Di sisi lain, Indonesia juga masih menguasai pangsa pasar minyak sawit global. Pangsa pasar Indonesia sebesar 55 persen, Malaysia 28 persen, Thailand 5 persen, Kolombia 2 persen, dan Nigeria 1 persen. Walaupun tanaman sawit bukan asli dari Indonesia, melainkan Afrika, tapi Indonesia sukses membudidayakan kelapa sawit sehingga mampu menjadi pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. Melihat kondisi seperti ini, membuat pemerintah dan petani bekerja keras untuk bisa menjadi penghasil berbagai macam hasil bumi terbesar di dunia dan diekspor ke berbagai negara. Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan Olvy Andrianita mengimbau para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Dengan demikian, produk kopi yang diekspor juga bukan sekadar barang mentah, melainkan juga punya nilai tambah.

Dunia ekspor

Ronde ini seringkali dipergunakan oleh perusahaan dengan skala bidang usaha kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk berlomba di tingkat internasional. Strategi ekspor dipergunakan karena risiko semakin rendah, modal semakin kecil dan semakin gampang bila dibandingkan dengan strategi lainnya. “Kami terus meningkatkan volume produksi sektor perikanan dan Indonesia bisa menjadi negara pengekspor terbesar di dunia. Kita minta media juga mendukung,” katanya menjelaskan. Mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan memiliki potensi kekayaan kelautan yang biasa. Dalam kurun waktu tersebut, tren impor Amerika Serikat dan Tiongkok cenderung positif dengan peningkatan masing-masing sebesar 2,5 persen dan 15,5 persen, sedangkan impor Jepang mengalami penurunan sebesar 1,four persen. Lebih lanjut, pangsa pasar produk perikanan Indonesia di ketiga pasar utama dimaksud mengalami peningkatan masing-masing four,6 persen, 1,three persen, dan 6,2 persen.

Sinergi lintas Kementerian/Lembaga dalam rangka meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berorientasi ekspor dilakukan dengan pemberian asistensi. Jokowi juga meminta agar dalam satu dan dua bulan ke depan membuat industri terkait dengan tepung telur di Blitar. Serta mengembangkan industri tambahan pakan, sehingga tidak tergantung dengan pabrikasi tetapi pemerintah bisa melakukan industri.

Dari komoditas agrikultur, bergugurnya harga komoditas biji-bijian juga terpapar oleh kekhawatiran melemahnya permintaan ditengah melimpahnya suplai dan dampak penyebaran virus demam babi Afrika. Berdasarkan knowledge yang dirilis oleh ITC Trademap, nilai ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2020 mencapai USD5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7% dibandingkan tahun 2019. JAKARTA (16/8) – Pandemi Covid-19 diklaim sebagai penyebab utama disrupsi perdagangan dunia saat ini, tidak terkecuali perdagangan produk perikanan dimana complete nilai ekspor produk perikanan world mencapai USD152 miliar atau turun 7% dibanding 2019. Faktor lain yang mendorong harga minyak naik adalah badai Micheal di AS yang mengakibatkan sekiatar 40% produksi minyak di Teluk Meksiko di tutup yang berdampak pada penurunan persediaan. Sentimen lain adalah ketegangan geopolitik seputar hilangnya jurnalis asal Arab Jamal Khashoggi ikut memicu kekhawatiran akan suplai minyak. Sementara itu, harga komoditas batubara mengalami tekanan yang dipicu oleh sentimen negatif dari proyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi world oleh IMF 3,7% dari sebelumnya three,9% sebagai imbas perang dagang antara AS dan China.

Tetapi jika gejolak terjadi pada perekonomian Cina, maka pengaruhnya terhadap Indonesia sebesar 0,8 persen. Begitu juga pengaruhnya terhadap Indeks Nilai Tukar Efektif Riil (real change rate/RER), dari AS hanya berpengaruh 0,5 persen sedangkan Cina hingga 1,3 persen. Setidaknya dampak pelemahan ekonomi Cina berpengaruh terhadap tiga bagian penting perekonomian Indonesia; perdagangan; sektor keuangan; harga komoditas. Dia menjelaskan peningkatan ekspor karena adanya permintaan dan kenaikan harga dari beberapa komoditas, khususnya di sektor migas yang naik 5,34% dibanding bulan sebelumnya, industri pengolahan naik 0,56% pertambangan naik 2,33%. “Harga internasional minyak sawit dan batu bara memang naik, tapi secara quantity juga meningkat,” katanya. Mengutip knowledge BPS, nilai ekspor pada bulan lalu tercatat tumbuh 20,95 persen dari posisi Juli 2021 (month to month/mtm), adapun dibandingkan Agustus 2020 (year on year/yoy), ekspor kali ini melonjak sixty four,10 persen.

Di sisi lain, Mesin-Mesin hanya 41% potensi ekspornya yang sudah terealisasi, dengan menyisakan potensi ekspor sebesar 6.eight miliar USD . Ini menunjukkan bahwa industri manufaktur Indonesia, khususnya pada ketiga produk di atas, cukup memiliki nilai keunggulan dari segi sumber daya maupun biaya. Sehingga, bagi UKM yang memiliki produk-produk ini bisa segera rencanakan ekspor. Kekhawatiran pasar terkait dengan eskalasi perang dagang AS dan China tampaknya akan terjadi. Meski negosiasi perdagangan masih berlangsung, AS telah memberlakukan kembali kenaikan tarif impor China sebesar 25% dari semula 10% untuk barang- barang China senilai US$200 miliar.

Angka ekspor itu naik tipis 3,fifty three persen dibanding data periode Januari-Mei tahun 2017, yaitu sebesar 7,17 miliar dolar AS. Jadi, ini menunjukkan bahwa meskipun ada perang dagang, ekspor Indonesia ke Cina dan AS tetap tumbuh, terutama ke Cina. Hasil kajian Bank Indonesia menunjukkan gejolak perekonomian AS hanya berpengaruh 0,3 persen terhadap Indonesia.