By | February 25, 2020

Meskipun kontribusi kita untuk ekspor masih kecil, namun UKM mampu meningkatkan kontribusi ekspornya jika selalu mampu membaca keunggulan produk dan potensi pasar. UKM pasti bisa naik kelas dengan melakukan ekspor dikarenakan besarnya potensi yang sebetulnya ada. Peningkatan impor, terutama pada bahan baku/penolong dan barang modal mengindikasikan bahwa permintaan di sektor industri cukup baik.

Kenaikan ini menandakan sektor perikanan menggeliat meski pandemi covid-19 belum berakhir. “Branding produk ini yang kita bawa dalam berbagai promosi produk perikanan di pasar luar negeri seperti Eastfood Indonesia Expo-Virtual Seafood Show 2021, World Expo 2020 Dubai,” pungkas Machmud. Kenaikan ini menandakan sektor perikanan menggeliat meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Dunia ekspor

Kelemahannya, biaya transportasi semakin tinggi untuk produk dalam skala agung dan tidak sewenang-wenangnya hambatan perdagangan serta proteksionisme. Di luar udang, komoditas ekspor andalan Indonesia adalah tuna-cakalang-tongkol, tiga jenis ikan dari famili yang sama. Tujuan ekspornya adalah Amerika Sekitar, Tiongkok, Jepang, dan negara-negara Asean. Untuk udang, pasar ekspor terbesarnya adalah Amerika Serikat, lebih dari 60 persen.

Keseragaman frekuensi dan lama pencucian yang tepat diperlukan untuk menurunkan kadar nitrit sesuai yang dipersyaratkan negara pengimpor tanpa menurunkan kualitas sarang yang dihasilkan. Selain itu, perlu juga pembinaan di setiap tahapan proses, khususnya pada tempat produksi SBW sampai dengan tempat pencucian dan tempat pengolahan agar memenuhi persyaratan keamanan pangan. Melihat 5 daftar hasil bumi yang ternyata Indonesia menjadi pengekspor besar di dunia, kita harus cukup berbangga. Untuk bisa menjadi pengekspor besar di dunia hal itu tentu merupakan hasil dari kerja keras dan kesabaran para petani untuk menjaga kualitas karet. Jalur ekspor karet dari Indonesia meningkat cukup tajam beberapa tahun belakang ini.

Eskalasi perang dagang akan berdampak pada komoditas berjenis onerous commodity dan komoditas agrikultur seluruh dunia. Pergerakan harga komoditas berjangka telah tertekan oleh hubungan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia yang memburuk. Harga minyak mentah mengalami tekanan bukan hanya rilis knowledge EIA tentang naiknya persediaan cadangan minyak AS, ketidakpastian ekonomi world dan sentimen geopolitik antara AS dengan Iran, dan Meksiko, membuat pasar ragu akan optimisme permintaan minyak. Bank Dunia mencatat, pergerakan harga komoditas logam industri pada bulan Mei 2019 terpantau kompak mengalami pelemahan, hanya harga bijih besi yang bergerak positif. Melemahnya prekonomian China membawa dampak pada sisi permintaan terhadap bahan baku logam. Diketahui China bukan hanya produsen komoditas logam tetapi juga sebagai konsumen terbesar dunia.

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Pemerintah akan mengejar peningkatan nilai ekspor bagi dua komoditas unggulan Indonesia di pasar dunia, yakni sarang burung walet dan tanaman porang. Pemerintah akan mengejar peningkatan nilai ekspor bagi dua komoditas unggulan Indonesia di pasar dunia, yakni sarang burung walet dan tanaman porang. Menjadi seorang eksportir adalah salah satu peluang bisnis yang terlihat dengan jelas.